Senin, 14 Januari 2013
Langkah Demi Langkah Merakit Komputer
Berikut ini akan dibahas mengenai bagaimana cara merakit
komputer, terutama bagi mereka yang baru belajar .. dari beberapa
referensi yang saya pelajari .. maka berikut ini akan dijelaskan langkah
demi langkah cara merakit komputer, mudah-mudahan bermanfaat .. Red.
deden
Komponen
perakit komputer tersedia di pasaran dengan beragam pilihan kualitas
dan harga. Dengan merakit sendiri komputer, kita dapat menentukan jenis
komponen, kemampuan serta fasilitas dari komputer sesuai kebutuhan.Tahapan dalam perakitan komputer terdiri dari:A. Persiapan
B. Perakitan
C. Pengujian
D. Penanganan Masalah
Persiapan
Persiapan yang baik akan memudahkan dalam perakitan komputer serta menghindari permasalahan yang mungkin timbul.Hal yang terkait dalam persiapan meliputi:
- Penentuan Konfigurasi Komputer
- Persiapan Kompunen dan perlengkapan
- Pengamanan
Konfigurasi komputer berkait dengan penentuan jenis komponen dan fitur dari komputer serta bagaimana seluruh komponen dapat bekerja sebagai sebuah sistem komputer sesuai keinginan kita.Penentuan komponen dimulai dari jenis prosessor, motherboard, lalu komponen lainnya. Faktor kesesuaian atau kompatibilitas dari komponen terhadap motherboard harus diperhatikan, karena setiap jenis motherboard mendukung jenis prosessor, modul memori, port dan I/O bus yang berbeda-beda.
Persiapan Komponen dan Perlengkapan
Komponen komputer beserta perlengkapan untuk perakitan dipersiapkan untuk perakitan dipersiapkan lebih dulu untuk memudahkan perakitan. Perlengkapan yang disiapkan terdiri dari:
- Komponen komputer
- Kelengkapan komponen seperti kabel, sekerup, jumper, baut dan sebagainya
- Buku manual dan referensi dari komponen
- Alat bantu berupa obeng pipih dan philips
Buku manual diperlukan sebagai rujukan untuk mengatahui diagram posisi dari elemen koneksi (konektor, port dan slot) dan elemen konfigurasi (jumper dan switch) beserta cara setting jumper dan switch yang sesuai untuk komputer yang dirakit.Diskette atau CD Software diperlukan untuk menginstall Sistem Operasi, device driver dari piranti, dan program aplikasi pada komputer yang selesai dirakit.
Pengamanan
Tindakan pengamanan diperlukan untuk menghindari masalah seperti kerusakan komponen oleh muatan listrik statis, jatuh, panas berlebihan atau tumpahan cairan.Pencegahan kerusakan karena listrik statis dengan cara:
- Menggunakan gelang anti statis atau menyentuh permukaan logam pada casing sebelum memegang komponen untuk membuang muatan statis.
- Tidak menyentuh langsung komponen elektronik, konektor atau jalur rangkaian tetapi memegang pada badan logam atau plastik yang terdapat pada komponen.
Tahapan proses pada perakitan komputer terdiri dari:
- Penyiapan motherboard
- Memasang Prosessor
- Memasang heatsink
- Memasang Modul Memori
- memasang Motherboard pada Casing
- Memasang Power Supply
- Memasang Kabel Motherboard dan Casing
- Memasang Drive
- Memasang card Adapter
- Penyelesaian Akhir
Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.
Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda.Jenis socket
- Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
- Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
- Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
- Turunkan kembali tuas pengunci.
- Pasang penyangga (bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak bertemu dengan lubang di motherboard
- Masukkan pasak kemudian pengunci pasak pada lubang pasak
Selipkan card prosessor di antara kedua penahan dan tekan hingga tepat masuk ke lubang slot.
Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas.Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.
Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut.
Jenis SIMM
- Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
- Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
- Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.
Cara memasang modul DIMM dan RIMM sama dan hanya ada satu cara sehingga tidak akan terbalik karena ada dua lekukan sebagai panduan. Perbedaanya DIMM dan RIMM pada posisi lekukan
- Rebahkan kait pengunci pada ujung slot
- sesuaikan posisi lekukan pada konektor modul dengan tonjolan pada slot. lalu masukkan modul ke slot.
- Kait pengunci secara otomatis mengunci modul pada slot bila modul sudah tepat terpasang.
Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut:
- Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
- Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
- Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
- Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
- Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.
Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:
- Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
- HUbungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.
Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.
- Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
- Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
- Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
- Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
- Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
- Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.
8. Memasang Drive
Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut:
- Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
- Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
- Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
- Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
- Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
- Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
- Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
- Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard
Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya.Cara memasang adapter:
- Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
- Pasang sekerup penahan card ke casing
- Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.
- Pasang penutup casing dengan menggeser
- sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
- Pasang konektor monitor ke port video card.
- Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
- Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse).
- Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.
Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut:
- Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
- Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
- Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
- Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
- Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.
Penanganan Masalah
Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan penanganannya antara lain:
- Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung.
- Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot/
LED
dari hardisk, floppy atau CD menyala terus disebabkan kesalahan
pemasangan kabel konektor atau ada pin yang belum pas terhubung.
Selamat Mencoba dan Semoga Bermanfaat.
Sumber : http://dedenthea.wordpress.com/2007/07/13/langkah-demi-langkah-merakit-komputer/ Perakitan CPU dan Pengaturan BIOS
Tips Perakitan
Sebelum Merakit sebuah PC, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah :
1.
Hindari merakit dalam keadaan berkeringat, karena kemungkinan keringat
akan jatuh keperalatan yang sedang kita rakit tanpa kita ketahui, lalu
saat kita menyalakan power supply maka terjadilah hubungan pendek(short
contact)dan rusaklah hasil rakitan kita.
2.
Hindari memegang atau menyentuh langsung kaki pin prosesor yang ada
termasuk chipset. Karena dikhawatirkan adanya listrik statis yang
dimiliki tubuh kita akan merusak komponen tersebut. Untuk mencegah hal
ini kita harus meng-ground-kan tubuh kita dengan cara memegang casing saat power telah dihidupkan, atau dengan memakai gelang anti statis.
3.
Pada setiap tahap perakitan sebelum menambahkan komponen yang baru
power supply harus dimatikan. Memasang komponen pada saat power supply
hidup akan merusak komponen yang akan dipasang dan juga hasil rakitan
kita.
4. Jangan lupa untuk menyiapkan peralatan yang dibutuhkan sebelum memulai perakitan, agar seluruh kegiatan tidak terhambat pada kemungkinan kurangnya peralatan yang ada.
Langkah-langkah perakitan.
1. Letakkan motherboard pada tempat yang datar atau diatas casing pada tempat yang aman.
Meletakkan
motherboard pada tempat yang tidak rata akan mengakibatkan kerusakan
pada motherboard apabila dilakukan pemasangan komponen.
2. Pasang processor pada Motherboard. Pemasangan di luar casing dimaksudkan untuk memudahkan anda dalam pemasangan tersebut.
Sumber : http://smpn2lem.blogspot.com/2009/11/perakitan-cpu-dan-pengaturan-bios.html
Rabu, 14 November 2012
Ada trik yang sangat mudah dan praktis untuk Anda dapat membuat sebuah background langit dengan awan yang cerah tanpa menggunakan foto awan. Anda akan menggunakan fitur bernama Smoke Map. Dengan demikian Anda tidak perlu bergantung kepada gambar-gambar foto. Dengan Smoke Map, Anda dapat menciptakan kreasi awan sendiri dengan bebas.
Ini dia panduannya:
Langkah 1
Buka sebuah file 3DS Max yang Anda punya

Gambar 01. Objek-Objek 3 Dimensi
Langkah 2
Buka juga jendela Environment and Effect. Anda ubah None pada Environment Map menjadi pilihan Smoke.

Gambar 02. Pemilihan Smoke Environment
Langkah 3
Anda buka jendela Material Editor. Drag Smoke ke salah satu slot material di jendela Material Editor (caranya sama seperti yang telah dijelaskan pada trik sebelumnya). Atur dengan setingan parameter seperti pada gambar dibawah. Ubah Color #1 dengan warna biru muda dan Color #2 dengan warna putih.

Gambar 03. Setingan Parameter Smoke
Langkah 4
Lakukan kalkulasi Render (klik menu Rendering>Render>Render). Anda sudah memiliki awan yang cerah . Have a Nice Day! ;)

Gambar 04. Hasil Pemberian Smoke Environment
media : google
Jumat, 24 Agustus 2012
Pengalih KVM
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pengalih KVM (singkatan dari Keyboard, Video, Mouse switch) adalah sebuah alat elektronik yang mengizinkan satu buah papan ketik, tetikus (atau perangkat penunjuk lainnya), dan video untuk mengontrol sejumlah komputer
secara sekaligus. KVM switch umumnya menggunakan tombol yang dapat
ditekan untuk memilih komputer mana yang hendak dikontrol. Beberapa KVM
switch bahkan dapat mengganti komputer yang dikontrolnya dengan
menggunakan menu yang ditampilkan di dalam layar monitor. Menu yang ditampilkan tersebut mungkin juga menawarkan proteksi, dengan ditambahkannya password
atau mekanisme autentikasi lainnya. KVM dapat mendukung 2, 4, 8, atau
16, 32, hingga 64 komputer secara sekaligus, dan beberapa KVM dapat
disusun secara daisy-chain
untuk mendukung lebih banyak lagi komputer. Meskipun banyak komputer
yang dihubungkan ke dalam KVM, umumnya hanya beberapa komputer saja yang
dapat dikontrol pada satu waktu. Perangkat KVM modern bahkan telah
menambahkan port USB dan juga port audio untuk speaker untuk dihubungkan dengan komputer. Beberapa KVM juga mengizinkan satu komputer agar dihubungkan dengan beberapa keyboard, monitor, dan mouse.
Meski konfigurasi seperti ini tidaklah seluas kebalikannya, hal ini
berguna bagi seseorang yang hendak berada di dalam dua posisi berbeda
seperti halnya duduk dan berdiri tergantung apa yang ia lakukan.Penggunaan
Seorang pengguna dapat menggunakan perangkat KVM dengan cara menghubungkan monitor, keyboard dan mouse kepada perangkat tersebut lalu menggunakan kabel khusus (umumnya kabel USB dan kabel VGA) untuk menghubungkan perangkat KVM dengan komputer. Pengontrolan sebuah komputer dengan komputer lainnya dapat dilakukan dengan menggunakan sakelar atau tombol yang terdapat di dalam perangkat KVM tersebut, KVM selanjutnya meneruskan sinyal antara komputer dan keyboard, mouse dan monitor, tergantung komputer mana yang sedang dipilih. Beberapa KVM juga dapat mengizinkan pengontrolan dengan menggunakan perintah-perintah keyboard (seperti halnya penggunaan kunci tertentu).KVM switch sangatlah berguna ketika terdapat banyak komputer, tetapi tidak memerlukan satu buah keyboard, mouse, dan monitor yang didedikasikan untuk setiap komputer tersebut. Umumnya, KVM switch digunakan di dalam banyak sentral data di mana banyak server ditaruh di dalam sebuah rak dengan satu buah keyboard, monitor, dan mouse. Penggunaan KVM switch mengizinkan administrator atau personel sentral data tersebut dapat terhubung ke server manapun di dalam rak tersebut.
Jenis-jenis KVM switch
KVM Switch pada awalnya merupakan perangkat yang pasif yang beroperasi dengan menggunakan sakelar banyak kutub, dan banyak perangkat KVM yang murah yang tersedia di pasaran masih menggunakan teknologi ini. KVM jenis ini dinamakan dengan Passive KVM Switch. KVM pasif umumnya memiliki knob yang dapat diputar untuk memilih komputer yang terhubung. Umumnya perangkat seperti ini mendukung dua hingga empat buah komputer, bahkan ada sebuah perangkat yang mampu mendukung 12 mesin sekaligus. Desain KVM modern sudah tidak menggunakan prinsip ini lagi, tetapi telah menggunakan sistem elektronik aktif, ketimbang menggunakan desain yang kuno. KVM jenis elektrik ini disebut juga dengan Active KVM Switch. Sebuah KVM aktif secara potensial dapat mendukung, secara teoritis, hingga 8000 komputer di dalam sebuah tulang punggung sistem.KVM switch pasif memiliki keterbatasan, yakni pada komputer yang tidak sedang dipilih oleh KVM switch tidak melihat adanya keyboard atau mouse yang terhubung terhadap dirinya. Pada saat operasi normal, hal ini bukanlah sebuah masalah yang besar, akan tetapi menjadi masalah saat melakukan proses booting, yang cenderung akan melakukan pendeteksian keyboard dan mouse. Ketika BIOS tidak mendeteksi adanya mouse dan keyboard yang tidak dihubungkan ke dalam colokannya, maka BIOS pun akan menghentikan proses booting hingga keyboard dan mouse dihubungkan (beberapa BIOS memang memiliki konfigurasi untuk mengabaikan hal ini). Sehingga, KVM switch pasif tidak cocok untuk mengontrol mesin yang dapat melakukan reboot otomatis seperti halnya setelah listrik kembali nyala setelah sebelumnya turun. Sebagian besar perangkat KVM elektronik telah menyediakan emulasi periferal, dengan mengirimkan sinyal kepada komputer yang tidak sedang dipilih untuk mensimulasikan keyboard, mouse, dan monitor, agar seolah-olah ketiga perangkat tersebut terkoneksi secara langsung. Fitur seperti ini sering digunakan untuk mengontrol mesin yang mungkin mengalami reboot di dalam operasi yang tidak dipantau (unattended), seperti halnya pada saat instalasi sistem operasi. Layanan emulasi yang telah tersedia di dalam perangkat keras ini (bersifat embedded) juga menyediakan dukungan secara kontinu kepada komputer untuk beberapa komputer yang membutuhkan komunikasi kepada periferal secara konstan.
Jumat, 10 Agustus 2012
Audio Mixer
Dalam
dunia Audio profesional, sebuah mixing console, apakah itu analog maupun
digital, atau juga disebut soundboard / mixing desk (papan suara) adalah sebuah
peralatan elektronik yang berfungsi memadukan (lebih populer dengan istilah
"mixing"), pengaturan jalur (routing) dan mengubah level, serta
harmonisasi dinamis dari sinyal audio. Sinyal - sinyal yang telah diubah dan
diatur kemudian dikuatkan oleh penguat akhir atau power amplifier.
Audio
mixer secara luas digunakan dalam berbagai keperluan, termasuk studio rekaman,
sistem panggilan publik (public address), sistem penguatan bunyi, dunia
penyiaran baik radio maupun televisi, dan juga pasca produksi pembuatan film.
Suatu contoh yang penerapan sederhana, dalam suatu pertunjukan musik misalnya,
sangatlah tidak efisien jika kita menggunakan masing masing amplifier untuk
menguatkan setiap bagian baik suara vokal penyanyi dan alat alat musik yang
dimainkan oleh band pengiringnya.
Disini
Audio mixer akan menjadi bagian penting sebagai titik pengumpul dari masing
masing mikropon yang terpasang, mengatur besarnya level suara sehingga
keseimbangan level bunyi baik dari vokal maupun musik akan dapat dicapai
sebelum diperkuat oleh amplifier.
Mixer adalah salah satu perangkat paling populer setelah microphone. Kita lebih mengenalnya dengan sebutan mixer, mungkin kebanyakan kita menyebutnya demikian karena fungsinya yang memang mencampur segala suara yang masuk, kemudian men-seimbangkannya, menjadikannya salura dua kanal (L-R kalau stereo, dan satu kalau mono), kemudian mengirimkannya ke cross-over aktif baru diumpan ke power amplifier dan terakhir ke speaker.
Mixer adalah salah satu perangkat paling populer setelah microphone. Kita lebih mengenalnya dengan sebutan mixer, mungkin kebanyakan kita menyebutnya demikian karena fungsinya yang memang mencampur segala suara yang masuk, kemudian men-seimbangkannya, menjadikannya salura dua kanal (L-R kalau stereo, dan satu kalau mono), kemudian mengirimkannya ke cross-over aktif baru diumpan ke power amplifier dan terakhir ke speaker.
Mixing
console menerima berbagai sumber suara. Bisa dari microphone, alat musik, CD
player, tape deck, atau DAT. Dari sini dengan mudah dapat dilakukan pengaturan
level masukan dan keluaran mulai dari yang sangat lembut sampai keras. Kalau
kita misalkan sebuah system audio iu umpamakan sebagai tubuh manusia, snake
cable bisa kita umpamakan sebagai system syaraf, dan mixing console sebagai
jantungnya.
Bila
terjadi suatu masalah dengannya, berarti system tersebut sedang dalam masalah
besar. Salah satu syarat terpenting dalam mixing console yang baik adalah
mempunyai input gain yang baik, pengaturan eq yang juga baik. Maka dengan
demikian akan dapat dilakukan pengaturan yang lebih sempurna dan optimal
terhadap setiap input microphone, atau apapun yang menjadi sumber suaranya. Ada
banyak tipikal pengaturan yang terdapat dalam sebuah mixing console.
Menu Umum Pada Mixer
Gain
Disebut
juga input level atau trim, biasa terdapat pada urutan paling atas dari setiap
channel mixing console. Fungsinya adalah untuk menentukan seberapa sensitive
input yang kita inginkan diterima oleh console. Apakah berupa signal mic atau
berupa signal line (keyboard, tape deck, dll). Tombol ini akan sangat membantu
untuk mengatur signal yang akan masuk ke console. Bila signal lemah, maka dapat
dilakukan penambahan, bila terlalu kuat dapat dikurangi.
Contoh : untuk penyanyi yang suaranya lemah atau
tidak meiliki power yang baik, diperlukan penambahan gain yang lebih. Sedangkan
untuk gebukan kick drum, mungkin dilakukan dengan sedikit penambahan. Ini
dilakukan agar menjaga setiap input yang masuk ke mixer tetap optimal. Input
gain yang terlalu besar akan menyebabkan distorsi, sedangkan kalau terlalu
lemah akan membutuhkan penambahan yang bila berlebihan akan menyebabkan noise.
Jadi
input gain stage adalah hal yang paling penting dan kritis, karena dari sinilah
semua suara yang berkualitas dimulai. Makanya usahakanlah untuk menjaga agar
setiap input tetap clean dan clear sebisa mungkin. Sebab noise dan distorsi
yang diakibatkan dalam poin ini akan mengalir terus ke seluruh system dan
membuat seluruhnya jadi terganggu. Bila ternyata input gain sangat besar atau
bahkan terlalu besar sehigga setelah dikurangi juga masih saja terlalu kuat,
maka untuk itu terdapat switch PAD pada console yang fungsinya adalah untuk
menurunkan gain input signal mulai –20 sampai –30 db.
===
EQ pada channel =========;;;; Pada setiap channel di mixing console selalu
terdapat Equalizer Section. Fungsinya yaitu sebagai pengatur tone untuk
me-modifikasi suara yang masuk pada channel tersebut. Umumnya sound engineer
melakukan perubahan sound melalui EQ bertujuan dua :
- untuk mengubah
sound instrument menjadi sound yang lebih disukai
- untuk mengatasi frekuensi
dari input yang bermasalah, misalnya feedback, dengung, overtune, dll.
Pengaturan
yang sangat mendasar dari EQ adalah berupa Low dan Hi, kemudian penambahan dan
pengurangan (boost/cut). Atau ada juga yang lebih kompleks dengan 4 jalur
dengan fungsi yang full parametric. Namun tak perduli seperti apa tipe EQ yang
terdapat dalam console, karena tetap dalam tujuan yang sama untuk membantu
menemukan sound yang terbaik.
EQ yang fix
Yang
dimaksud fix di atas adalah pada EQ tersebut tidak memiliki tombol untuk mmilih
frekuensi yang akan disetting. Karena frekuensi yang akan “dikerjai” telah
ditetapkan dari pabrik. Pembagian frekuensi pada EQ jenis ini mirip denga
pembagian yang terdapat pada crossover, hanya terdiri atas :
- Low, dan
hi-pada EQ 2way
- Low, Mid dan Hi-pada EQ
3way
- Low, Low Mid, Hi mid dan
Hi-pada EQ 4 way
Memutar
tombol boost/cut akan memberi pengaruh sampai 12 atau 15 db tergantung mixing
console apa yang anda gunakan.
Sweepable EQ
Biasa
disebut Quasi Parametric atau Semi Parametric (bukan full parametric-karena
tanpa pengatur bandwitch). Pada EQ yang full parametric kita dapat melakukan
pengaturan untuk setiap parameternya. Apakah itu parameter frekuensi,
bandwitch, ataupun parameter level. EQ tipe ini mempunyai kemampuan set-up yang
sangat fleksibel, dan biasanya menyediakan pengontrolan mid-range dengan system
EQ-3 atau 4 jalur.
Cara kerja :
Lakukan pemutaran pada tombol freq untuk memilih freq
yang akan diatur.
Putar tombol boost/cut untuk penambahan atau pengurangan
pada frekuensi yang kita pilih tadi. Misalnya untuk mengatur frekuensi low mid
pada drum.
Biarkan frekuensi lain tetap pada sound flat.
Putar tombol boost/cut sampai habis ke kiri, atau pada
posisi kira-kira jam 7.
Putar tombol frekuensi sampai sound yang terdengar boomy
tadi terdengar hilang.
Setelah frekuensi yang dicari ketemu, lakukan pengaturan lagi
pada tombol boost/cut. Karena melakukan pemotongan yang terlalu ekstrm pada
frekuensi low mid bisa mengakibatkan sound yang terdengar “kosong”.
Kita
juga dapat melakukan pengaturan untuk vokal pada frekuensi 3,5KHz saja tanpa
memengaruhi keseluruhan frekuensi Hi Mid lainnya. Mixing console dengan
pengaturan mid tunggal biasanya bisa dibeli dengan harga yang lebih ekonomis,
sementara mixing console versi lain yang dilengkapi dengan pengaturan Low Mid
dan Hi Mid agak lebih mahal.
Ada
juga model pengaturan Eq dengan tombol Mid yang sebenarnya sama saja dengan
tipe sebelumnya. Hanya saja tombol pemilih frekuensi dan tombol cut/boost
berada dalam satu tempat. Untuk frekuensi diatur oleh tombol yang sebelah luar,
sedang untuk boost atau cut dilakukan oleh tombol sebelah dalam. Tipe ini juga
sering terdapat pada mixing console yang full parametric Eq dengan system 4
way. Desain seperti ini dilakukan oleh pabrik pembuatnya karena alasan
menghemat tempat. Desain sebuah mixing console juga merupakan suatu hal yang
penting dan menentukan.
Pengaturan lainnya pada channel
48v Phantom
Ada
beberapa tipe microphone yang salah satunya adalah merupakan mic condeser, mic
jenis ini butuh tenaga tambahan untuk membuatnya bekerja. Untuk itulah tombol
48v phantom berfungsi yang bila diaktifkan akan mengirim 48v DV ke microphone
sebagai penyuplai tenaga, atau juga ke DI Box aktif. Perhatikanlah baik-baik,
karena pada beberapa mixing console tidak terdapat switch phantom secara
individual, melainkan hanya terdapat satu tombol saja untuk mengaktifkan
phantom bagi seluruh channel, maka periksalah terlebih dahulu, bila semua kabel
yang terkonek ke konsole adalah merupakan input balance, ini tidak akan
menimbulkan masalah. Tetapi bila salah satu atau beberapa di antaranya
merupakan tidak balance, maka ini akan menimbulkan masalah.
PAD
Seperti
yang telah diterangkan sebelumnya, tombol ini berfungsi untuk mengurangi gain
input dari 20 samapi 30db. Tombol ini bukan merupakan tombol putar yang bisa
diatur pengurangannya, melainkan tombol tekan. Bila tombol PAD ditekan gain
input akan berkurang antara 20 sampai 30db tergantung mixer (baca:manual
booknya). Dan bila anda kurang teliti, ini akan menyebabkan mic jadi tidak
terdengar karena pengurangan tersebut. Jadi tombol PAD diperlukan hanya untuk
signal yang overload. Dan itupun bila setelah dikurangi pada tombol gain
ternyata masih tetap terlalu kuat.
Reverse
Adalah
untuk membalikan phase. Pada setiap masukan selalu terdiri minimal lebih dari
satu sambungan. Misalnya microphone yang dengan konektor XLR pasti terdapat
tiga pin (pin1-ground, pin2-hot/positif, pin3 cold/negatif). Bila salah satu
pin terbalik (pin2 dan pin3), maka suara yang dihasilkan akan berbeda. Ini
sangat terasa bila terjadi pada channel kick drum, kalau pin berada pada posisi
benar, maka pada saat kick dihentak, konus speaker akan bergerak kedepan dan
menghembuskan udara ke arah anda bukannya ke belakang. Sedang kalau pin
terbalik, konus akan bergerak ke belakang dan menghisap udara dari arah anda.
Untuk
itulah tombol reverse berguna, yang bila diaktifkan akan membalik phase dari
channel (positif menjadi negatif). Ini juga berguna untuk kasus dua buah mic
dengan posisi sangat berdekatan sehingga terjadi canceling phase, yang akan
mengakibatkan sound terdengar hampa (dengan kehilangan suara rendahnya). Hal
ini sering terjadi bila anda tidak teliti terhadap semua plus minusnya kabel.
Dan jangan cepat panik bila saat anda setting disuatu tempat, anda mendengar
nada rendah yang terlihat loyo, bisa terjadi dikarenakan keterbalikan phase
tersebut.
Contoh sederhana : hubungkan output dari cd player
ke mixing console dan dengarkan suaranya dengan seksama. Kemudian tekanlah
tombol reverse dari salah satu channel. Dengarkan lagi suaranya, pasti salah
satunya lebih baik.
Mic/line
Switch
tekan ini untuk mengubah sirkit gain control. Tergantung apakah yang menjadi
input adalah mic, effect return atau tape deck/CD. Pada banyak mixing console
terdapat terminal input yang terpisah antara mic dan line input pada channel
yang sama. Input mic biasanya menggunakan tipe konektor balans 3 pin XLR atau
kadang biasa disebut jack Canon. Sedangkan line input menggunakan jack seperti
yang biasa dipakai jack gitar.
Hal ini memungkinkan untuk mencolokkan dua input yang berbeda dalam satu channel, dan switch ini untuk mengaktifkan salah satu input yang kita inginkan di antara keduanya. Sebagai contoh, anda dapat mencolokkan effect return dngan gain yang diset rendah pada mic input kemudian mencolokkan lagi tape deck pada line input channel yang sama. Pada saat band sedang show dan tape deck tidak dibutuhkan, anda tinggal men-switch tombol tersebut pada posisi mic. Kemudian pada saat band telah selesai dan butuh playback musik dari tape deck/CD, anda juga tinggal men-switchnya pada posisi line. Ini bisa dilakukan untuk menghemat channel, khususnya apabila console yang digunakan tidak terlalu besar.
Hal ini memungkinkan untuk mencolokkan dua input yang berbeda dalam satu channel, dan switch ini untuk mengaktifkan salah satu input yang kita inginkan di antara keduanya. Sebagai contoh, anda dapat mencolokkan effect return dngan gain yang diset rendah pada mic input kemudian mencolokkan lagi tape deck pada line input channel yang sama. Pada saat band sedang show dan tape deck tidak dibutuhkan, anda tinggal men-switch tombol tersebut pada posisi mic. Kemudian pada saat band telah selesai dan butuh playback musik dari tape deck/CD, anda juga tinggal men-switchnya pada posisi line. Ini bisa dilakukan untuk menghemat channel, khususnya apabila console yang digunakan tidak terlalu besar.
High Pass filter
Akan
memotong frekuensi rendah dari input yaitu dari 80 Hz ke bawah. Ini dapat
diaktifkan (IN) bila dari sumber suara tidak memproduksi suara dengan jangkauan
frekuensi serendah itu. Misalnya Hi-Hat, vokal, gitar (khususnya akustik).
Namun tidak perlu diaktifkan (OUT) terhadap channel drum (kick dan beberapa
tom) dan bass gitar. Karena bila diaktifkan akan mengakibatkan channel tersebut
kehilangan frekuensi rendahnya.
EQ In/Out
Merupakan
switch sederhana untuk mengaktifkan dan menon-aktifkan section EQ pada channel.
Juga berguna untuk membandingkan sound yang telah diEQ hanya dengan menekan
tombol tersebut bolak-balik.
Group Assigns
Disebut
juga Subgroup Assigns, hanya terdapat pada mixing console yang memiliki group.
Misalkan pada mixing console tersebut tertulis 16/2 berarti 16 channel 2 output
(L/R). Ini menunjukkan bahwa mixing console tersebut tidak memiliki group.
Namun bila tertulis 16/4/2, ini berarti mixing console tersebut memiliki 16
channel, 4 group dan 2 master L/R. Group assigns adalah yang menentukan kemana
signal channel akan dikirim. Apakah ke group atau ke master L/R. Misalnya dalam
sebuah mixing console yang memiliki 4 group, kita dapat mengirim semua channel
drum ke group 1, gitar dan bas ke group 2, keyboard ke group 3 dan vokal ke
group 4.
Sedangkan
bila tersedia 8 group, kita dapat melakukan hal yang sama namun semuanya dalam
stereo. Yang kemudian seluruhnya dikirim ke master L/R. Mungkin akan timbul
pertanyaan, sepertinya ini tidak begitu berarti, karena akhirnya seluruhnya
dikirim juga ke master L/R. Bukankah lebih baik mengatur langsung dari master?
Tapi dalam kenyataannya tidak begitu. Misalnya pada saat soundcheck kita telah
membalans dan menyeimbangkan seluruh channel dan kemudian kita gabungkan dengan
bass gitar dalam group 1-2.
Pada
saat pertunjukan sedang berlangsung, kita hanya perlu mengawasi group 1-2 saja
untuk mengontrol level keseluruhan channel drum dan bass. Begitu juga dengan
backing vokal atau instrument yang kita gabungkan dalam group yang sama.
Sebagian besar group assigns juga dilengkapi dengan pan control individual.
Menggunakan group akan sangat membantu kita mengoperasikan system pada
penampilan live.
signal
dari channel dapat dikirim ke group mana yang kita mau atau juga dikirim ke
master. Misalnya kita kirim channel penyanyi utama ke master L/R sedang channel
dari backing vokal ke group yang kemudian di-insert gate hanya untuk group
tersebut. Dan masih banyak kemungkinan lain.
PFL dan SOLO
Tombol
PFL (Pre Fade Listening) akan membantu untuk mendengar (melalui headphone)
channel yang tombol PFL / SOLOnya diaktifkan. Juga untuk men-check gain signal
pada channel. Misalnya pada saat soundcheck, sebelum membuka fader dari
channel, tekan tombol PFL, maka pada led indikator channel akan terlihat
seberapa besar gain input yang masuk (apakah overload atau terlalu kecil)
sebelum suara dikirim ke seluruh system.
Pada beberapa tipe mixing console terdapat hanya tombol SOLO yang berguna pada saat soundcheck dan berfungsi untuk mengirim hanya channel yang ditekan tombol solonya ke master L/R. Ingat! Pastikan tombol ini dalam posisi out sebelum band mulai bermain. Atau ini akan menjadi hal yang sangat memalukan.
Pada beberapa tipe mixing console terdapat hanya tombol SOLO yang berguna pada saat soundcheck dan berfungsi untuk mengirim hanya channel yang ditekan tombol solonya ke master L/R. Ingat! Pastikan tombol ini dalam posisi out sebelum band mulai bermain. Atau ini akan menjadi hal yang sangat memalukan.
Auxiliary Sends
Dari
tombol putar ini dapat dikirim signal dari channel tersebut keluar mixing
console (melalui terminal aux out pada terminal keluaran di panel belakang
mixer), kemudian dari tombol ini juga dapat dikontrol level signal yang
dikirimnya tadi. Signal yang dikirim ini terpisah sama sekali dari keluaran
master. Ini berguna untuk mengirim signal ke system monitor, atau juga ke
berbagai macam unit effec, dan dari keluaran effect dikirim lagi ke channel
yang berbeda pada mixing console. Mixer yang pling sederhana sekalipun
sedikitnya memiliki satu atau dua AUX SEND. Satu untuk mengirim signal ke
monitor dan satu untuk mengrim effect (echo, reverb). Sedang pada mixing
console yang lebih besar memiliki 4-6 atau 8 aux send yang kemudian dibagi lagi
atas Pre Fade atau Post Fade.
Pre Fade
Pada
mixer besar umumnya terdapat auxiliary yang terbagi atas pre fade dan atau post
fade. Signal yang dikirim dari Pre fade tidak mengalami pengaruh dari channel
atau belum mengalami proses dari channel. Itulah makanya Pre fade yang Pre EQ
baik dan ideal digunakan untuk mengirim signal ke monitor section.
Post Fade
Adalah
kebalikan dari pre fade. Yang semua signal yang dikirim melalui post fade
adalah telah melalui proses dari channel atau ikut pengaruh dari channel fader,
baik EQ maupun levlnya. Post fade sering digunakan untuk mengirim signal ke
effect, atau mengirim signal ke mixer yang tepisah untuk keperluan broadcast
(Stasiun TV atau Radio), dll. Tidak ada keterikatan dalam pemilihan penggunaan
Auxiliary Send. Bisa saja menggunakan Pre fade untuk mengirim signal ke effect
karena akan mendapatkan level original dariminput. Hanya saja tetap harus
melakukan pengontrolan level dari effect pada saat yang bersamaan.
Auxiliary Master
Setiap
auxiliary dari channel memiliki satu tombol lagi sebagai pengatur level untuk
keseluruhannya. Misalnya aux 1 setiap channel memiliki master aux 1 untuk
mengatur seluruh level dari aux 1 setiap channel. Begitu juga auxiliary
lainnya. Yang berarti bila mixer meiliki 4 auxiliary out, maka akan terdapat 4
auxiliary master. Perhatikan beberapa tombol sejenis seperti Aux Master, Effect
Master, Monitor Master, atau sesuatu yang kurang lebih adalah berfungsi sama.
Untuk pen-settingan awal putar tombol tersebut pada posisi jam 2, baru lakukan
pen-settingan pada channel. Bila ternyata masih kurang kuat, tambah lagi, atau
bila terlalu keras, kurangi. Semuanya tergantung situasi.
Auxiliary Return
Signal
yang telah dikirim melalui auxiliary out ke unit effect apakah Delay, Reverb
atau lainnya akan dikirim kembali ke mixing console untuk digabungkan dan
diseimbangkan secara tepat dengan level dari signal orisinil source tadi.
Walupun cukup banyak juga mixing console yang memiliki pengaturan effect return
secara khusus. Yang biasanya bukan dalam bentuk slider (potensio geser). Bila
memang masih terdapat channel yang dapat digunakan sebagai masukan effect, kita
dapat melakukan pegaturan sengan slider yang lebih memudahkan seperti melakukan
pengaturan pada channel standard. Namun pengaturan dengan aux return juga sama
seperti yang kita lakukan pada channel, hanya dengan memutar ke arah kanan dan
kiri untuk menambah dan mengurangi level effect. Perhatikan! Bila anda membuka
sedikit saja Aux Send dari channel yang telah digunakan sebagai effect return,
akan berakibat feed back dan noise. Atasi segera dengan menurunkan level dari
channel, kemudian periksa Aux Send pada channel.
Tampak Belakang
Adalah
menjadi salah satu yang sangat-sangat penting untuk dipehatikan. Karena
disinilah seluruh kabel (baik input maupun output) terhubung. Termasuk dari
snake kabel, tape deck/CD, atau juga untuk mengirim atau mnerima effect
(send/return), sampai ke main output (untuk mengirim ke seluruh system
utama).Berbeda tipe dan merk mixing console akan berbeda pula posisi panel
belakangnya (yang kalau anda teliti pasti tidak akan terlalu membingungkan).
Untuk setiap cahnnel terdapat terminal masukan mic yang biasanya terdiri dari
konektor XLR. Namun ada lagi beberapa lainnya sebagai berikut :
Line input
Masukan
selain masukan mic, namun terpisah (biasanya dengan jack gitar balance/TRS).
Insert
Digunakan
untuk mengolah signal melalui effect seperti Gate, Compressor atau EQ hanya
untuk channel yang diinsert saja, berfungsi bila kita ingin menggunakan effect
atau apapun untuk memproses hanya satu channel saja yang kita inginkan. Karena
insert adalah jalur untuk mengalirkan dan menerima kembali signal yang telah
diproses oleh effect atau perangkat apapun. Bila terdapat dua berarti satu
untuk masukan (IN) dan satu untuk keluaran (OUT) yang selalu diberi tanda untuk
tulisan Insert In dan Insert Out, bila terdapat hanya satu, ini pasti terdiri
dari jack balance TRS (Tip Ring Slave). Tip adalah sebagai IN, Ring adalah
sebagai OUT, dan Slave adalah sebagai GROUND. Selain itu juga terdapat line out
atau direct out tersendiri, yang sering digunakan untuk aplikasi rekaman
per-track, ini bisa saja Pre Fade atau Post Fade, tergantung consolenya.
Pada
section master terdapat beberapa terminal lagi seperti : Auxiliary Out
yang biasa tertulis Aux snd 1, Aux send 2, dst. Atau juga dengan nama Effect
Out, Monitor Out, tergantung apa yang tertulis pada tombol-tombol panel
pengontrolnya. Setiap group mempunyai kluaran masing-masing dan selalu
dilengkapi dengan insert group. Insert Group bisa digunakan bila kita hanya
ingin memproses signal di goup tersebut. Misalnya semua channel vokal dikiim ke
group 1, kemudian kita men-insert compressor hanya untuk group satu yang berisi
vokal.
Banyak
console yang didalamnya terdapat power supply. Tapi banyak juga yang
menggunakan power supply terpisah, menggunakan multi pin yang terkoneksi ke
console. Perhatikan voltase yang dibutuhkan untuk menyalakannya sebelum
mencolokkan k listrik. Terminal keluaran untuk Master kanan dan kiri terdiri dari
konektor XLR atau jack. Namun juga tidak jarang terdiri dari keduanya. Selain
itu juga terdapat keluaran mono yang terpisah adalah penggabungan dari keluaran
(kiri/kanan) yang juga dilengkapi dengan pengontrolan sendiri. Mungkin akan
terdapat banyak sekali terminal pada panel belakangnya.
Struktur Audio Mixer
Jalur
masukan (input) biasanya dibagi menjadi beberapa bagian:
- Input Jacks / penguat muka mikropon
- Basic input controls
- Channel EQ (High, Mid
high,Mid and low)
- Bagian Routing termasuk
Direct Outs, Aux-sends, Panning
control and pengalamatan
Subgroup
- Input Faders
- Subgroup faders
- Output controls termasuk
Master level controls, EQ dan/atau Matrix routing
Pada
konsul mixer buatan yamaha di samping beberapa bagian tersebut diberi kode-kode
warna untuk memudahkan identifikasi yang cepat oleh operator.
Tergantung dari jenis mixernya, apakah itu input mono atau stereo memiliki jalur input dengan pengaturan sendiri-sendiri pada setiap inputnya. Pada sebagian besar mixer, setiap kanal mempunyai jenis input XLR,RCA, atau Jack input ukuran 1/4 inci.
Tergantung dari jenis mixernya, apakah itu input mono atau stereo memiliki jalur input dengan pengaturan sendiri-sendiri pada setiap inputnya. Pada sebagian besar mixer, setiap kanal mempunyai jenis input XLR,RCA, atau Jack input ukuran 1/4 inci.
Basic input controls
Dibawah
setiap inputnya, biasanya terdapat beberapa pengatur putar (knobs, pots).
Pertama biasanya sebuah pengatur gain atau disebut trim. Input akan mengatur
sinyal dari peralatan luar dan dan kontrol ini akan mengatur besarnya penguatan
atau atenuasi sinyal yang diperlukan agar level sinyalnya memadai untuk proses
selanjutnya. Pada langkah ini, dimana sebagian besar noise dan interferensi
akan berpengaruh besar, dimana biasanya mikropon mempunyai gain kurang lebih
+50 dB, gain sebesar ini bisa mengalami gangguan.
Balanced
inputs dan konektor-konektor, seperti jenis XLR ,Tip-Ring-Sleeve (TRS), jack
1/4 inci, akan mengurangi masalah gangguan ini. Kemudian akan banyak titik
masuk setelah tingkat buffer/gain tersebut, dimana jika ada send atau return
dari prosesor luar hanya akan berpengaruh pada kanal yang ada tersebut. titik
masukan (inser points) biasanya digunakan dengan efek untuk mengatur amplitudo
sinyal, seperti pembatas derau (noise gates), pelebar (expander) dan pengompres
(compressor).
Auxiliary send routing
The
Auxiliary send mengarahkan sebuah sinyal yang masuk terpisah ke sebuah
jalur auxiliary yang dapat digunakan dengan peralatan luar. . Auxiliary
sends , apakah itu pre-fader or post-fader,dimana level pada sebuah
pre-fade send diatur dengan the Auxiliary send control, sedangkan
post-fade sends tergantung pada posisi channel fadernya. . Auxiliary sends
dapat pula untuk mengirim sinyal ke prosesor luar seperti reverb, yang kemudian
dapat diumpan masukkan kembali melalui kanal yang lain atau dimasukkan ke
auxiliary returns yang ada pada mixer tersebut. Pre-fade auxiliary sends
dapat digunakan untuk menyediakan sebuah monitor mix pada musisi di atas
panggung, dimana pada monitor mix ini mandiri dari jalur mixing utama.
Channel EQ
Pengaturan
kanal yang lebih lanjut yaitu channel EQ. Pengaturan ini mengatur ekualisasi
nada-nada frekuensi nada rendah (bass), nada menengah (midrange) dan nada
tinggi (treble). Pada sebagian besar konsul mixing berukuran lebar (24 kanal
atau lebih) biasanya mempunyai sweep equalization dalam satu atau lebih jalur
frekuensi yang ada yang disebut parametric
equalizer. Mixer dengan ukuran lebih kecil mempunyai beberapa atau
bahkan tidak mempunyai sama sekali equalizer ini. Equalizer juga mengatur agar
level frekuensi siara yang diatur tidak terjadi cliping yang akan mengganggu
kualitas suara yang dihasilkan kanal tersebut. beberapa mixer masih mempunyai
sebuah kontrol equalizer umum pada tingkat outputnya.
Subgroup and mix routing
Setiap
kanal pada mixer mempunyai sebuah rotary audio tapper berbentuk potensiometer
atau potensio meter geser untuk mengontrol level volume tiap kanal agar lebih
mudah. Banyaknya input menentukan juga berapa audio fader yang ada. Kemudian
dari setiap kanal yang ada disatukan ke jalur main "mix", atau masih
dibagi lagi ke beberapa submix. Kompleksitas pengaturan ini tergantung pada
aplikasi apa mixer tersebut akan digunakan. Dan juga, pada mixer tersebut
disediakan "insert point" untuk setiap bus atau juga bisa pada
keseluruhan mix.
sumber : wikipedia
Langganan:
Postingan (Atom)

